Kamis, 16 November 2017

Penyebab perilaku menyimpang (LGBT)

Perilaku menyimpang memang tak ada habisnya untuk di bahas, Perilaku menyimpang sudah ada sejak zaman dulu, bahkan sampai sekarang, mereka makin menunjukan exsistensinya di manapun mereka berada, atas nama HAM, Perilaku menyimpang semakin ujuk gigi untuk di akui.
Perilaku meyimpang di indonesia mungkin lebih pemalu daripada barat, tapi yang namanya menyimpang tetap saja berbahaya.

Banyak faktor yang menyebabkan mereka menyimpang ( gay/lesbian ), faktor yang paling utama adalah lingkungan, perilaku, rasa nyaman dan rasa terancam dan rasa penasaran.

1.Faktor lingkungan
Kenapa faktor lingkungan sangat berpengaruh untuk menjadi gay atau lesbian, kalian yang awalnya straight ketika berkumpul, berteman cukup lama dan intens dengan teman belok, hampir 50 % terjerumus juga karena rasa nyaman dan akhirnya kalian bagian dari mereka.
2. Perilaku
Perilaku juga berpengaruh menjadikan kalian kaum mnyimpang, pria yang terlalu feminim atau perempuan tomboy yang rambut sudah pangkas habis, hampir 80 % Belok.
3. Rasa nyaman dan rasa terancam
Pasti di antara kalian semua kalo sudah nyaman bawaanya seneng, nah ini nyamanya sama sesama jenis, pasti saat dia lagi deket dngan temen lain kita was-was takut nanti dia melupakan kita, bisa saja itu menjadi awal perasaan janggal.
Rasa  terancam juga berpengaruh, mungkin mereka yang pernah trauma hati atau broken home, bisa menjadi bagian dari budaya menyimpang, anak yang mengangap orang tuanya kasar, anak laki-laki yg di campakan ibunya atau anak perempuan yang bapaknya kawin lagi, hamil sama pacarnya dan kabur. banyak sekali faktor yang bisa membuat mereka menyimpang yang bahkan bagi kita tidak masuk akal.
4.Rasa penasaran
Terakhir Rasa pensaran, ini nih yang bagi saya pribadi paling ngawur, tapi namanya rasa kita tidak bisa menyalahkan siapapun, penasaran karena wanita lebih lembut lebih mengerti pula akhirnya nyaman yang berkelanjutan, begitu juga cowok yang mungkin tanpa pakai kode-kodean lagi  mereka lebih saling mengerti

Apapun mereka kita semua sama hanya manusia, lebih baik mengingatkan menyadarkan menjadi lebih baik,
banyak salah masih belajar mohon maaf,ini hanya pendapat pribadi saya sendiri pengalaman dan lingkungan sekitar
sekian semoga  bermanfaat,
nuhun